Menikmati air bersih dan jamban sehat di sisa usia

Menikmati air bersih dan jamban sehat di sisa usia

 

Postingan cerita ini saya ambil dari tulisan saya sendiri yang sudah tayang di Facebook pribadi saya. Saya hanya sedikit menambahkan cerita yang sempat terlewat.

N gatmini (85 tahun) dan adiknya Rumani (82 tahun), keduanya janda yang tinggal berdua di satu rumah sangat sederhana. Anak-anak mereka tinggal tidak jauh dari mereka.

Beliau sudah memperoleh air dari program Pemerintah Indonesia bernama Pamsimas. Lebih dari setahun belakangan ini mereka menikmati air bersih yang masuk ke rumahnya melalui sambungan rumah bermeter. Setelah air masuk ke rumahnya, beliau juga membangun jamban pribadi di dalam rumahnya yang berlantai tanah dan berdinding anyaman bambu. Ternyata hanya jamban mereka yang sudah bertembok bata walau di bagian luar tidak diplester.

Kami semua senang melihat keduanya menikmati kemudahan memperoleh air bersih di sisa usianya. Soal ini, ada pertanyaan iseng dari rekan saya yang bekerja di lembaga pembangunan: “Lho kemana aja pemerintah selama ini? Kasihan banget di saat udah tua baru merasakan jamban”. Soal kebiasaan sanitasi, biasanya orang tua seusianya di lingkungan desa setempat lebih senang ke sungai dibanding ke jamban pribadi. Namun tidak demikian dengan keduanya dalam beberapa tahun belakangan ini. Sudah berubah karena ada air masuk ke rumahnya dan bisa langsung digunakan untuk membersihkan jamban.

Oh ya, mereka sebenarnya lupa usianya berapa. Adiknya bilang saat jaman penjajahan Belanda dia sudah seperti anak usia 7-10 tahun. Sebagai hitungan, anaknya yang tertua saat ini berusia sekitar 65 tahun. Jadi dikira-kira sendiri ya usianya 😊

Malang, 22 Agustus 2019
Trimo Pamudji Al Djono