Biaya Air dan Eksternalitas Ekonomi Penggunaan Sumber Air

Biaya air dan eksternalitas ekonomi pada air

Menghitung biaya air keseluruhan (full cost of water) bukan hanya terdiri dari biaya penyediaan SPAM, biaya operasi & pemeliharaan plus biaya tambahan, tetapi juga biaya ekonomi, lingkungan dan bahkan sosial. Menurut bahasa para ekonom, biaya ekonomi harus mempertimbangkan Biaya Peluang dan Eksternalitas Ekonomi. Biaya Peluang (opportunity cost) diartikan sebagai  kehilangan potensi keuntungan dari alternatif lain ketika satu alternatif dipilih

Ketika satu pengguna mengkonsumsi air, maka pengguna tersebut merampas pengguna lain dari air yang sama. Jika pengguna lain bersedia membayar lebih untuk air yang sama, maka ini merupakan peluang terdahulu atau disebur “biaya”. Biaya peluang air (opportunity cost) adalah nol hanya jika tidak ada penggunaan alternatif (yaitu tidak ada kekurangan) dan itu hampir tidak pernah terjadi.

Ip001

Eksternalitas ekonomi adalah efek samping positif atau negatif yang terkait dengan konsumsi atau penggunaan sumber daya tertentu. Contoh eksternalitas negatif meliputi pencemaran air atau eksplorasi sumber air tanah (misal berupa sumur bor dalam). Selain biaya penyediaan SPAM dan biaya ekonomi, biaya air keseluruhan (full cost of water) mencakup biaya lingkungan dan sosial.
Secara umum, eksternalitas ekonomi ditentukan oleh perubahan positif atau negatif dalam biaya produksi atau konsumsi, sedangkan eksternalitas lingkungan adalah hal-hal yang cenderung terkait dengan yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan ekosistem (misal hilangnya sumber mata air di pegunungan ke lahan basah hilir). Namun dalam praktiknya, seringkali sulit memisahkan satu dari yang lain, missal terjadinya polusi air yang mempengaruhi sumber air di pemukiman atau tambak ikan.

Eksternalitas negatif harus menghasilkan biaya tambahan kepada pengguna yang bertanggung jawab atas eksternalitas ini, baik dalam bentuk biaya langsung, pajak atau perjinan yang dapat diperdagangkan, misal pada pencemaran atau eksplorasi air tanah.

Jadi biaya air keseluruhan (full cost of water) sama dengan jumlah semua biaya, yaitu biaya penyediaan SPAM, operasi dan pemeliharaan, ditambah dengan biaya ekonomi penuh (biaya peluang + eksternalitas ekonomi), ditambah eksternalitas lingkungan dan sosial. Sisi lain dari biaya ini adalah nilai.

Nilai air dan harga air

Nilai air pada dasarnya adalah apa yang orang mau bayar untuk itu, yang dapat diukur melalui pengamatan langsung terhadap pasar atau teknik ekonomi lainnya. Yang menarik, bahkan keluarga tidak mampu (miskin) sekalipun yang menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk pengeluaran air, secara konsisten bersedia membayar akses terhadap air minum yang bersih dan aman.

Ini menjelaskan secara nyata bahwa  bahwa keluarga miskin sudah terbiasa  membeli air kemasan yang harganya berkali lipat lebih mahal, bahkan bersedia membayar untuk tindakan konservasi seperti melindungi hutan yang akan memberikan perlindungan jangka panjang terhadap persediaan air.

Agar air digunakan secara lestari, biaya keseluruhan (full cost of water)  harus sama dengan nilai penuhnya, yang oleh ekonom disebut ekuilibrium ekonomi. Sayangnya, hal ini jarang terjadi dan nilai air pada umumnya lebih tinggi dari biayanya, seperti halnya perusahaan air minum yang tidak dapat memulihkan biaya atau konsumen mereka yang diminta membayar berkali lipat tarif air. Sungguh menyedihkan!

Konsekuensinya, disekuilibrium ini sangat serius dan lebih daripada sekadar kerugian akademis, yaitu  mengabaikan biaya kesempatan dan eksternalitas negatif, tetapi juga menghasilkan sumber daya air dan keuangan yang terbuang, kehilangan peluang untuk investasi, mengurangi produktivitas ekonomi, pencemaran air yang meluas, meningkatnya biaya kesehatan masyarakat, dan berkurangnya jasa ekologi.

Harga air memiliki dampak yang jelas dan mendalam terhadap seberapa baik sumber air dikelola. Seiring dengan perbaikan kebijakan untuk memberikan insentif peraturan dan ekonomi yang berkaitan dengan eksternalitas lingkungan dan eksternalitas lainnya, penilaian dan penetapan harga yang lebih baik merupakan kunci untuk memperbaiki pengelolaan sumber daya air. Terlepas dari tantangan yang luar biasa.

Dalam konteks pengelolaan iuran oleh Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air dan Sanitasi (BPSPAMS) , maka sangat penting masyarakat sebagai penerima manfaat program harus mau membayar iuran air bulanan. Hal ini tidak sekedar membayar untuk mengganti investasi SPAM terbangun dan biaya operasi-pemeliharaan, namun lebih dari itu untuk menjaga kelestarian lingkungan alam ini. 

Apa yang kita hadapi untuk memperbaiki pengelolaan sumber daya air harus segera dimulai, solusi yang layak untuk masalah ini memang selalu ada jika ada kemauan dan niat baik.

Ip003

Air dan Kemiskinan

Mengingatkan kembali hubungan antara air dan kemiskinan, bahwa hal ini sangat terkait erat dan akses air minum yang tidak mencukupi dan memadai, buruknya sanitasi akan mempengaruhi kesehatan masyarakat miskin, keamanan pangan dan kondisi ekonomi mereka. Hubungan antara kelangkaan air dan kemiskinan lebih kompleks dari biasanya dipikir.

Pemasangan pompa atau sistem distribusi air tidak berarti keluarga bisa mendapatkan keuntungan dari air yang aman dan dekat. Meski air tersedia, jika kualitas airnya buruk atau sistem air yang tidak efisien dapat menyebabkan kondisi kemiskinan. Perempuan di desa (miskin) menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengambil air. Ini bisa membutuhkan lebih dari 25% dari total waktu yang tersedia bagi perempuan (DFID, 2001).

Penyakit yang ditularkan melalui air juga bukan hanya penyebab utama kematian dan morbiditas, terutama di kalangan anak-anak, tapi juga merupakan beban waktu tambahan bagi wanita, yang menambahkan hingga waktu yang dihabiskan untuk mengambil air saja. Dengan hanya menghindari urusan air bersih saja, dimana butuh waktu yang sangat besar ini, seharusnya menggunakan waktu yang tepat dapat dialokasikan untuk kegiatan yang lebih produktif, peningkatan akses terhadap bimbingan dan pendidikan bagi perempuan dan anak-anak, ini akan berkontribusi pada penurunan kemiskinan yang signifikan.

Hubungan antara air dan kemiskinan, dalam banyak kasus, terjalin melalui hubungan antara kondisi kesehatan. Ketersediaan air yang cukup baik akan mempengaruhi kesehatan dalam banyak hal, terkait dengan penyakit yang muncul dari air akibat tidak air untuk mencuci. Penyakit yang berhubungan dengan air seperti penyakit diare dan malaria. Malaria secara tidak langsung berkembang biak dalam air. Kebersihan memainkan peran penting dalam kondisi kesehatan sehingga tidak hanya tersedianya pasokan air saja, tapi juga sanitasi yang baik merupakan hal yang sangat penting.

Salam hijau,
Trimo Pamudji Al Djono (Ketua Yayasan IPEHIJAU)

 

4 Comments Add yours

  1. Super Sekali Gan !!!
    Jujur, sy baru tahu tentang hal ini, secara detail… Terimakasih banyak…
    (Ref tambahan: PermenPUPR-08-2014 dan PermenPUPR-18-2015)
    Ternyata sy sudah terlalu jauh ketinggalan gerbong kereta… gawat… hehe…

    Like

    1. IPEHIJAU says:

      Makanya miris kan dampak dari tidak adanya iuran? Iuran yg diwajibkan ke masyarakat itu masih minimalis dari perhitungan sesungguhnya.
      Mengenai permen yg buat jg manusia adakalanya salah dan gak paham kondisi nyata. Bahkan jika mereka yg buat adakalanya minim background pengalaman dan tdk sesuai pendidikannya.

      Liked by 1 person

      1. P4msimas says:

        Ya Gan miris banget, mengejar seluruh iuran di masyarakat harus diatas biaya Operasional & Maintenance (OM) dan Cost Recovery (CR) saja, sudah terseok-seok, apalagi sudah harus memperhitungkan komponen Eksternalitas Ekonomi (EE) positif dan atau negatif !!!, tapi disitu memang tantangannya, bagaimana pun permasalahan makro tetap harus difikirkan dan ditunjang oleh solusi2 di tingkat mikro. Sementara di tingkat mikro harus menjadi penyumbang terbesar solusi (iuran harus diatas OM + CR + EE), karena mereka yang menikmati langsung manfaatnya..
        Kalau Permen: oooooh… ya ya ya…

        Like

      2. IPEHIJAU says:

        Kita semua berangkattnya harus dengan idealisme tinggi. Perkara menuju goal yg ideal terseok-seok, gak apa2 asal setiap proses perbaikan tetap kudu dijalani

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s