Makan Daging Kijang yang Nyaris Punah

Dalam suatu perjalanan saya dari Kota  Banda Aceh menuju Kabupaten Bireuen, saya menyempatkan diri untuk makan siang di Sare. Sare ini berada di dataran tinggi di kaki Gunung Seulawah yang kira-kira baru sekitar 45 menit dari Kota Banda Aceh.

Di salah satu restoran di Sare, kami bersama rombongan mencoba mencicipi masakan khas Aceh. Entah tidak sengaja saya melihat di piring kecil disajikan gulai daging cincang. Saya tanya ke salah satu pelayan yang  mengatakan bahwa daging tersebut adalah daging hewan kijang. Saya bimbang untuk mengambilnya namun akhirnya tetap mencicipi bersama rekan-rekan lainnya. Ini adalah kali pertama saya makan daging kijang.

Kebimbangan saya terbukti tatkala saya sudah meninggalkan restoran tersebut, saya googling dan menemukan berita di salah satu portal yang menulisnya demikian:

“Populasi hewan liar di hutan Seulawah Inong menurun drastis selama lima tahun terakhir. Penurunan itu akibat perburuan dan penyempitan habitat yang disebabkan oleh penebangan hutan, baik oleh pebisnis kayu maupun warga yang membuka lahan perladangan baru”.

“Banyak jenis binatang yang sudah tak kita temui lagi di hutan Seulawah Inong, seperti harimau, serigala, beruang, trenggiling, dan orangutan. Apalagi seperti rusa, glueh, dan napoh (kancil-red), ini samasekali nyaris punah,” kata Adnan Thayeb”
(Detil linknya: http://m.harianaceh.co/read/2011/12/21/23629/populasi-hewan-liar-seulawah-inong-nyaris-punah)

Saya tidak habis pikir kenapa kok masih terjadi pembiaran perburuan hewan kijang ini padahal sudah lebih 4 tahun sejak berita itu terbit. Dan masih saja diperjualbelikan sebagai salah satu makanan khas di Sare. Jangan-jangan di hampir penjuru Aceh?

Saya tidak tahu siapa sih yang sebenarnya bertanggungjawab soal ini? Sekali lagi apa peran polisi hutan, pemda setempat, aktivis lingkungan, dan mereka yang peduli terhadap kelestarian fauna ini? Atau sebenarnya hewan kijang ini masih sangat banyak populasinya? Siapa peduli menghitungya?

Saya tentu tidak tahu berapa jumlah nyata populasi kijang di lokasi tersebut saat ini. Mungkin masih banyak atau sudah mulai punah?

Saya hanya menganggap bahwa masih banyak masyarakat belum paham mengenai pentingnya keberadaan salah satu fauna di hutan dari perspektif ekologi?

Bagi saya keberadaan kijang ini merupakan bagian dari ekosistem yang turut serta melestarikan hutan bagi kebaikan bumi ini.

Salam Hijau!

IPEHIJAU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s